Festival Debus Banten

Untuk mempertahankan dan memperkenalkan seni tradisi Debus Banten ke masyarakat terutama wisatawan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar Festival Debus Banten di Pantai Anyer, Banten. (Photo by Dani Daniar)

Candi Sewu

Merupakan candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8 yang berjarak hanya delapan ratus meter di sebelah utara Candi Prambanan. Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur di Jawa Tengah. (Photo by Dani Daniar)

Thaipusam Kuala Lumpur

Merupakan perayaan bagi umat Hindu, khususnya Tamil, untuk menghormati Dewa Perang yaitu Dewa Murugan atau juga dikenali sebagai Dewa Subramaniam. Thaipusam dirayakan pada bulan 'Thai' bulan kesepuluh dalam kalendar Tamil. (Photo by Dani Daniar)

Pantai Sumur-Ujung Kulon

Jika sobat jalan berkunjung ke Ujung Kulon, salah satu akses menuju ke sana adalah daerah Sumur, dari Pantai Sumur kalian bisa sewa perahu untuk menyebrang ke Pulau Peucang, Ujung Kulon. (Photo by Dani Daniar)

Remaja Putri Dayak Kalimantan

Remaja putri dari suku Dayak Kalimantan Timur memakai pakaian adat mereka pada sebuah acara Pekan Budaya Dayak. (Photo by Dani Daniar)

Hoong Woh Tong, kedai Jelly Herbal di Singapore

Jelly Gui Ling Gao
Jika sobat sedang traveling di Singapore, ada salah satu kedai Jelly Herbal yang cukup terkenal yaitu Hoong Woh Tong, terletak di dalam pusat perbelanjaan Parkway Parade di East Coast Singapura. Sebelum pindah ke Mall Parkway Parade kedai, Hoong Woh Tong berada di dekat Bugis Street, sampingnya kuil Kwan Im Thong. Selain di Singapore, mereka juga buka kedai di Malaysia.

Hoong Woh Tong menjual jelly herbal tradisional Cina yang disebut Gui Ling Gao, disajikan dalam mangkuk kecil dengan madu atau sirup gula...mirip cingcau. Kamu dapat memesan Gui Ling Gao panas atau dingin, dan jelly ini membantu mengurangi panas dalam dan baik untuk kulit.

Hoong Woh Tong menjual dua macam teh (Leong Cha). Yang pertama adalah teh Lima Bunga yang berkhasiat untuk sebagai penenang dan merawat kesehatan tubuh.

Kemudian yang kedua adalah teh Wong Lo Kat yang berkhasiat untuk menghilangkan panas dalam dan sebagai toksin yang dapat menghilangkan racun di dalam tubuh, istilah sononya itu untuk memerangi yeet-hay.

Hari itu cuaca Singapore cukup panas, mimin pesen Gui Ling Gao dan teh Wong Lo Kat...suegeeeeeeeeeer...oiya harganya cukup murah, dulu cuma S$ 1.50

Kedai Hoong Woh Tong yang di dekat Bugis Street

SobatJalan.Com sedang menikmati Gui Ling Gao

Berpetualang Menelusuri Goa dan Pantai di Pacitan

Jika ingin berlibur sekaligus merasakan petualangan yang seru, tidak ada salahnya memasukan Pacitan ke dalam daftar destinasi liburan Anda. Pasalnya, kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur ini menyimpan pesona alam yang luar biasa. Bukan hanya terkenal dengan wisata pantainya saja, Pacitan juga menawarkan wisata goa yang dapat Anda jadikan wisata alternative bersama keluarga.

Meskipun Pacitan menawarkan keindahan alam, bukan berarti Anda harus tidur di goa atau pun membangun tenda di tepi pantai. Bagi Anda yang mengutamakan kenyamanan, pilihan terbaiknya adalah menyewa penginapan yang ada di sekitar kota Pacitan. Salah satu penginapan di Pacitan dengan fasilitas yang cukup lengkap adalah Hotel Graha Prima Pacitan yang berjarak 5 menit dari pusat kota Pacitan. Selengkapnya dapat mengunjungi website ini.

Kembali berbicara mengenai tempat wisata yang ada di Pacitan, di kota kelahiran Presiden ke enam Republik Indonesia ini terdapat beberapa tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Goa Gong, goa terindah se-Asia Tenggara. Goa yang berjarak 37 km dari Pacitan ini memiliki keunikan yang menjadi daya tariknya. Stalaktit dan stalagmite di dalam goa ini bila dipukul dapat mengeluarkan bunyi menyerupai bunyi gong.

(Sumber: ekonomipos.com)



Goa yang berada di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Pacitan ini menawarkan perjalan menembus perut bumi kurang lebih sejauh 700 meter. Anda akan dibawa melewati sekita tujuh ruangan besar yang memiliki keunikan masing-masing. Mata Anda akan dimanjakan dengan keindahan warna yang muncul dari stalaktit dan stalagmit yang disorot dengan lampu berwarna-warni.

Jika berwisata ke Goa Gong tidak cukup menantang bagi Anda, mungkin Goa Luweng Jaran adalah jawaban yang Anda cari. Goa yang terletak di desa Jlubang, Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan ini merupakan sebuah goa vertikal. Berbeda dengan Goa Gong yang menyajikan keindahan stalaktit dan stalagmit yang dapat mengeluarkan bunyi, Goa Luweng Jaran menjanjikan petualangan yang jauh lebih menegangkan untuk Anda.

(Sumber: wisatapacitan.biz)

Pintu masuk Goa Luweng Jaran menyerupai lubang sedalam 12 meter. Anda harus menyiapkan peralatan standar penelusuran goa serta keahlian khusus untuk masuk ke dalam goa yang konon merupakan goa dengan lorong terpanjang di Indonesia. Setelah turun, Anda dapat memulai penelusuran secara horizontal. Goa Luweng Jaran memiliki lorong-lorong yang menyerupai labirin sehingga Anda perlu berhati-hati supaya tidak tersesat.

Jika tidak ingin mengambil resiko tersesat di dalam goa, mungkina langkah baiknya jika Anda memilih untuk berwisata ke pantai. Tidak diragukan lagi, Pacitan memang memiliki beberapa pantai yang menawan dengan deburan ombak khas laut Selatan. Salah satu pantai yang paling terkenal di Pacitan adalah Pantai Klayar.

(Sumber: tempo.co)

Belum lengkap rasanya berlibur ke Pacitantan tanpa mengunjungi Pantai Klayar. Saat berkunjung ke Pantai Klayar, Anda dapat menyaksikan pertunjukan alam berupa Seruling Laut. Seruling Laut sendiri sebenarnya adalah sebuah batu karang besar yang memiliki celah.Setiap ombak datang menerjang, celah karang itu akan memancarkan air dan menimbulkan suara seperti seruling.

Selain Seruling Laut, terdapat pula 2 batu karang raksasa dengan bentuk yang unik. Anda dapat mencoba berfoto dengan latar belakang laut dan batu karang raksasa atau sekadar membasahi kaki Anda dengan air laut di bibir pantai Klayar. Lokasi pantai Klayar terletak di Kecamatan Donorojo, kurang lebih berjarak 45 km dari Kota Pacitan.

Pacitan bukan hanya mengandalkan kekayaan alam sebagai obyek wisata. Pacitan juga menghadirkan wisata sejarah yang tak kalah menarik dari wisata alam. Dalam sejarah Republik Indonesia, kota Pacitan menjadi saksi bisu perjuangan para Pejuang kemerdekaan melawan penjajah. Di kota ini, tepatnya di Pakis Baru, Kecamatan Nawangan berdiri dengan megah Monumen Jendral Sudirman.

(Sumber: kotapacitan.com)

Tempat yang kini menjadi monument inilah, tempat dimana Jendral Sudirman membangun markas dan menyusun strategi gerilya. Anda juga dapat melihat diorama yang dapat menambah wawasan dan membangkitkan semangat nasionalisme di kompleks Monumen Jendral Sudirman. Bagian bawah Monumen Jendral Sudirman, terdapat anak tangga yang berjumlah 70 buah. Angka 70 diambil dari tanggal kemerdekaan Republik Indonesia (17+8+ 45 = 70).

Meskipun Kota Pacitan belum terlalu terkenal di kalangan traveler, namun Kota Pacitan menawarkan berbagai pilihan wisata. Bagaimana, Anda berminat plesiran ke Pacitan?