Festival Debus Banten

Untuk mempertahankan dan memperkenalkan seni tradisi Debus Banten ke masyarakat terutama wisatawan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar Festival Debus Banten di Pantai Anyer, Banten. (Photo by Dani Daniar)

Candi Sewu

Merupakan candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8 yang berjarak hanya delapan ratus meter di sebelah utara Candi Prambanan. Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur di Jawa Tengah. (Photo by Dani Daniar)

Thaipusam Kuala Lumpur

Merupakan perayaan bagi umat Hindu, khususnya Tamil, untuk menghormati Dewa Perang yaitu Dewa Murugan atau juga dikenali sebagai Dewa Subramaniam. Thaipusam dirayakan pada bulan 'Thai' bulan kesepuluh dalam kalendar Tamil. (Photo by Dani Daniar)

Pantai Sumur-Ujung Kulon

Jika sobat jalan berkunjung ke Ujung Kulon, salah satu akses menuju ke sana adalah daerah Sumur, dari Pantai Sumur kalian bisa sewa perahu untuk menyebrang ke Pulau Peucang, Ujung Kulon. (Photo by Dani Daniar)

Remaja Putri Dayak Kalimantan

Remaja putri dari suku Dayak Kalimantan Timur memakai pakaian adat mereka pada sebuah acara Pekan Budaya Dayak. (Photo by Dani Daniar)

Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2016


Untuk pertama kalinya Muslim Fashion Festival 2016 (Muffest) digelar di Plaza Selatan, Istora Senayan, Jakarta. Event yang digelar selama 5 hari ini merangkul desainer-desainer muda baru hingga desainer luar negeri yang berasal dari Turki, Jepang, Malaysia, Singapura dan juga Brunai Darussalam.Dengan digelarnya acara ini, Indonesia diharapkan bias menjadi kiblat fashion Muslim pada tahun 2020 mendatang.

Mengusung tema #screeshotTheLook, Muslim Fashion Festival 2016 menggandeng sederet desainer tanah air seperti Ria Miranda, Jenahara ,IrnaMutiara, Restu Anggraini, Dian Pelangi, Norma Hauri dan sederet nama lainnya. Desainer-desainer baru pun bermunculan meramaikan event yang baru digelar pertama kali ini.

Di hari pertama misalnya, desainer muda Putri Hasanah ikut meramaikan pembukaan MUFFEST 2016. Desainer yang memulai debut pertamanya di Jakarta Fashion Week 2015 memamerkan koleksi busana bertemakan "Garconne". Terinspirasi dari style pria di tahun 1940, koleksi busana Putri tampil dalam balutan busana kasual namun tetap menyematkan sisi feminine dari seorang wanita musliman. "Aku memilih tema ini karena sekaran gini banyak wanita berhijab yang memiliki banyak kesibukan dan aktifitas yang padat. Mereka tentu membutuhkan busana yang lebih kasual dan juga nyaman," ucapnya.

Ada juga Poppy Theodorin. Wanita yang mendirikan label modest wear bernama PY by Poppy Theodorin di tahun 2012 ini memamerkan koleksi busana bertema "The Titisee". Koleksi Ramadhan untuk label premiumnya, Poppy Theodorin, menuai inspirasi dari suasana kota tuaTitisee, Jerman, yang begitu indah dan penuh dengan kehangatan dan cinta. Rumah tradisional khas Eropa yang berjejerindah, detail signage artistic di setiap sudut, bunga-bunga penuh warna hingga pakaian tradisional yang lengkap dengan aksesorisnya menjadi inspirasi Poppy Theodorin. Paletwarna off white, creame, gold, dan merah mendominasi pada koleksi kali ini dengan adanya sentuhan aplikasi bordir, sulam, payet dan juga batu-batuan Swarovski," terangnya.

Peragaan busana di MUFFEST 2016 (foto: Dani Daniar/SobatJalan.Com)
Desainer baru yang untuk pertama kalinya mengikuti pagelaran busana adalah Sad Indah.Mengusung tema "Be Excelency", Indah menjumput ispirasi dari kehidupan seekor lebah.Tak mengherankan koleksi busananya kental dalam balutan busana kuning dan juga hitam dengan menggunakan material satin, raw silk, organza dan juga batik."Kita juga akan memperkenalkan batik Jawa Tengah yang akan menampilkan komponen warna hitamdan kuning dengan sangat tren," katanya.

Ada juga Rosmawary Ismail yang juga baru kali pertama mengikuti ajang peragaan busana. Mengangkat tema "Sparkle of Nature", busana koleksi Ros di dominasi oleh warna hijau dan juga putih. "Untuk koleksi Sparkle of Nature ini saya menggunakan bahan tenun yang dipadukan dengan bahan-bahan polos," paparnya.

Tak hanya keempat desainer ini saja yang akan meramaikan MUFFEST 2016. Desainer busana muslim ternama seperti Ria Miranda, Jenahara ,ItangYunasz, IrnaMutiara, RestuAnggraini, Dian Pelangi, Norma Hauri juga turut memamerkan koleksi busana mereka.

Bahkan desainer luarnegeri yang berasal dari Turki, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam juga dilibatkan. Ali Charisma selaku National Chairman Indonesia Fashion Chamber memiliki harapan khusus akan event ini. Ia berharap, kedepannya Indonesia bias menjadi pusat mode busana muslim di tahun 2020. "Saya berharap event MUFFEST ini bias menjadi awal kecil dalam mewujutkan cita-cita Indonesia menjadi pusat mode busana muslim di tahun 2002 mendatang. Meski langkah kecil, tetapi ini penting sekali karena di MUFFEST dapat mengakomodir pelaku industri yang mungkin tidak bias bekerja di industry fesyen," ucap Ali Charisma.

Kuil Sri Mariamman, Singapore


Perjalanan ke Singapore kali ini ditemani teman saya yaitu Neng Amie (Sri Rahmi), untuk penginapan kami memilih lokasi di Chinatown. Kenapa di Chinatown? Chinatown merupakan salah satu destinasi turis di Singapore yang selalu ramai dan sarat akan peninggalan sejarah menawarkan hampir semua yang bisa kamu bayangkan, mulai dari kuil menawan, toko suvenir, gerai makanan tradisional sampai bar yang serba keren, mau makan dan belanja souvenir jadi gampang.

Setiap melancong ke negara lain, ada satu destinasi yang biasa dikunjungi, yaitu tempat wisata religi, di tempat wisata religi kita bisa melihat budaya lokal dalam agama mereka. Salah satu tempat wisata religi di Chinatown yang terkenal adalah Kuil Sri Mariamman.

Kuil Sri Mariamman merupakan kuil hindu tertua di Singapore, dibangun pada 1827 dan kini menjadi monumen nasional, menyuguhkan pemandangan yang indah. Kuil ini didedikasikan bagi Dewi Mariamman, yang kekuatannya dipercaya menyembuhkan berbagai penyakit.

Bangunan dan ornamen  yang berada di areal Sri Mariamman Temple sangat menarik dan penuh warna dan membuat saya tidak pernah bosan meskipun sudah pernah mengunjungi tempat tersebut. Memasuki Kuil Sri Mariamman tidak dipungut biaya alias gratis, namun ada biaya untuk kamera (lupa harganya). Hingga saat ini, tenpat ini masih aktif menjadi tempat peribadatan agama Hindu, oleh karena itu pengunjung yang datang diharapkan untuk tidak membuat kotor dan kegaduhan di areal kuil, alas kaki harus dibuka ketika kita masuk ke kuil.

Ornamen dan patung yang menghiasi bangunan kuil Sri Mariamman


Yang paling menarik dari setiap kuil hindu di Singapore adalah gerbang utamanya utamanya. Menara 6 tingkat yang berada di pintu masuk ini dipenuhi ornamen dan patung-patung dewa. Pintu masuk ini biasa disebut Gopuram dan hanya ini pintu masuk yang diperbolehkan untuk para pengunjung. Sebenarnya ada pintu lain di samping temple ini, tapi hanya dibuka pada saat acara-acara tertentu atau untuk kebutuhan umat yang beribadat saja. Menara 6 tingkat ini ternyata hasil renovasi kuil di tahun 1925, sebelumnya hanya ada 3 tingkat saja. Bagunan di bagian dalam juga dipenuhi dengan ornament dan patung-patung dewa yang warna-warni.

Pada saat kami ke sana kebetulan sedang ada kegiatan ibadah, sebelum memotret kami minta izin dulu kepada pendetanya apakah kami boleh motret masuk ke area ibadah dan kami diperbolehkan motret asal gak mengganggu kegiatan.

Selesai dari Kuil Sri Mariamman kami melanjutkan perjalanan untuk makan siang di Maxwell Food Centre.

Suasana di Chinatown

Kegiatan ibadah di kuil Sri Mariamman

Salah satu umat hindu sedang melakukan ibadah

Salah satu pendeta yang memimpin doa

Musik pengiring kegiatan ibadah

Ornamen pitu gerbang kuil Sri Mariamman

Jauh-jauh ke Singapore malah beli pisang goreng :)