Icip-icip Garang Asem Haji Masduki Pekalongan


Setelah mengunjungi beberapa objek wisata Kota Pekalongan, datanglah rasa lelah, lapar dan dahaga. Mba Tri sebagai nahkoda rombongan memutuskan untuk membawa kami makan siang di Rumah Makan Garang Asem Haji Masduki, masih di Kota Pekalongan.

RM. Garang Asem Haji Masduki berada di jalan Jenderal Sudirman, tidak jauh dari alun-alun Kota Pekalongan. Mendengar nama Garang Asem, saya sangat semangat, gak sabar untuk mencicipi, karena jaman saya kuliah di Yogyakarta Garang Asem adalah menu favorit saya kalau makan di Angkringan (Nasi Kucing).

Taraaaaaaa menu makan siang sudah tiba, wait..wait...kita pesen Garang Asem tapi kok yang disajikan malah Rawon Sapi?...pie iki...

Ternyata oh ternyata, di sini Garang Asemnya berbeda, tidak seperti Garang Asem Yogyakarta yang biasa saya makan, di Yogyakarta Garang Asem itu berupa pepes daging ayam dibungkus daun pisang dan sedikit berkuah. Di RM. Garang Asem Haji Masduki ini Garang Asem terbuat dari daging sapi, persis seperti rawon, tapi gak masalah buat saya, masing-masing daerah punya ciri khas, yang penting makaaaaaaan. Sebelum makan dagingnya, saya icip-icip kuahnya dulu, dan beuuuuuh uenaaaaaaak coy...kalo kata Pak Bondan “maknyooooooooos”...

Kalo teman-teman Sobat Jalan sedang keluyuran di Pekalongan, wajib dah kulineran di sini, RM. Garang Asem Haji Masduki ini bukanlah nama yang asing di Pekalongan, orang Pekalongan sudah pasti tau, Haji Masduki konon sudah berjualan Garang Asem sejak tahun 1952. Namun saat itu beliau belum memiliki rumah makan seperti sekarang, dulu katanya beliau dagang pakai gerobak, Rumah makan yang ada di dekat alun-alun Pekalongam ini mulai berdiri tahun 1982. Kalo pengen ketemu dengan Pak Haji Masdukinya gak bakalan ketemu, Pak Haji Masduki sudah meninggal, pengelolaan RM. Garang Asemnya dilanjutkan oleh anak cucunya...REGENERASI.





1 komentar:

  1. Weh? Saya juga kecele. Bener2 beda jauh sama garang asemnya di Jogja.

    Kalau nggak liat foto kuah hitam di mangkok itu malah saya sangka ini semur daging...

    BalasHapus