Festival Debus Banten

Untuk mempertahankan dan memperkenalkan seni tradisi Debus Banten ke masyarakat terutama wisatawan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar Festival Debus Banten di Pantai Anyer, Banten. (Photo by Dani Daniar)

Candi Sewu

Merupakan candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8 yang berjarak hanya delapan ratus meter di sebelah utara Candi Prambanan. Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur di Jawa Tengah. (Photo by Dani Daniar)

Thaipusam Kuala Lumpur

Merupakan perayaan bagi umat Hindu, khususnya Tamil, untuk menghormati Dewa Perang yaitu Dewa Murugan atau juga dikenali sebagai Dewa Subramaniam. Thaipusam dirayakan pada bulan 'Thai' bulan kesepuluh dalam kalendar Tamil. (Photo by Dani Daniar)

Pantai Sumur-Ujung Kulon

Jika sobat jalan berkunjung ke Ujung Kulon, salah satu akses menuju ke sana adalah daerah Sumur, dari Pantai Sumur kalian bisa sewa perahu untuk menyebrang ke Pulau Peucang, Ujung Kulon. (Photo by Dani Daniar)

Remaja Putri Dayak Kalimantan

Remaja putri dari suku Dayak Kalimantan Timur memakai pakaian adat mereka pada sebuah acara Pekan Budaya Dayak. (Photo by Dani Daniar)

Indonesia Fashion Week 2017 Kembali Hadir di Jakarta

(Sumber: indonesiafashionweek.id)

Ajang Indonesia Fashion Week 2017 siap digelar. Dalam hitungan hari ajang fesyen yang mengusung tema Celebrations of Culture ini akan mengangkat dan memperkenalkan warisan budaya bangsa Indonesia melalui fesyen.

Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) berkomitmen untuk mendukung dan mempromosikan budaya Indonesia dengan cara mentransformasikan fesyen lokal yang dikemas modern agar bisa diterima di kancah internasional. 

Berbeda dari tahun sebelumnya, IFW kali ini akan digelar selama lima hari berturut-turut yakni mulai tanggal 1 hingga 5 Februari 2017 di Jakarta Convention Center (JCC). Pekan mode tahunan ini akan diramaikan oleh lebih dari 400 peserta pameran dan menampilkan 25 peragaan busana dari sekitar 200 perancang busana, kompetisi, seminar, talk show dan workshop. 

Presiden Indonesia Fashion Week 2017, Poppy Dharsono mengungkapkan, ajang ini bertujuan untuk memahami kekuatan yang dimiliki oleh penggiat mode Indonesia untuk mendukung pemerintah dalam mempromosikan 10 destinasi wisata unggulan, salah satunya Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Poppy menambahkan, melalui APPMI, IFW diharapkan dapat menjadi jembatan bagi pengrajin, fashion craft, dan designer untuk melindungi budaya dan sejarah Indonesia. “Fashion tak lagi hanya sekedar tampil apik di kemasan luarnya saja, namun juga memiliki kearifan dan kepedulian terhadap sosial, budaya, dan lingkungan,” kata Poppy saat acara IFW Pre-event Gathering di Jakarta, Selasa (17/1). 

“Kali ini, kami mengolah tenun lokal yang diambil dari 22 kabupaten di NTT untuk menjadi sebuah rancangan yang bisa diterima pasar lokal maupun internasional,” ujar Poppy. Selain tenun NTT, IFW 2017 juga akan diwarnai dengan bordir dan sulaman hasil pengrajin dari Kudus, Jawa Tengah. Kemudian, pengrajin dari Banyuwangi dan Gianyar juga turut memeriahkan ajang fesyen terbesar se-Indonesia ini. 

Poppy menambahkan, untuk terus mengembangkan industri fesyen para desainer dan pihak terkait harus menggencarkan kegiatan pemasaran dan menciptakan produk berkualitas baik. Hal ini karena industri mode di Indonesia masih memiliki ruang untuk terus tumbuh.

Geliat industri fesyen dalam negeri bisa tercermin dari kelas menengah yang masih akan terus tumbuh. “Kelas menengah dan kelas atas terus naik, biasanya mereka dalam satu bulan membeli pakaian di luar negeri. Sekarang satu dari dalam dan satu dari luar negeri, ini sudah lebih baik,” kata Poppy. 

Menurut Poppy, industri fesyen ini cukup kuat karena ditopang oleh industri-industri kecil yang lebih giat untuk bangkit. “Harapan kami, IFW dapat memfasilitasi kesenjangan itu,” tambah Poppy. Ajang fesyen tahunan yang digagas oleh APPMI ini menargetkan 150 ribu pengunjung untuk gelaran tahun ini.

APPMI Raih Penghargaan Internasional

Rutin terselenggaranya ajang fesyen bergengsi, Indonesia Fashion Week setiap tahun adalah salah satu alasan yang membawa APPMI meraih penghargaan International Star Award for Quality in the Gold Category di Geneva. Presiden Business Initiative Directions (BID), Jose E Prieto mengungkapkan penghargaan tersebut patut diberikan karena APPMI memiliki Total Quality Management (TQM) yang baik.

“APPMI sudah menjadi contoh yang baik untuk kualitas kepemimpinan, teknologi, dan inovasi dalam meningkatkan keunggulan,” ujar Prieto dalam keterangan resminya.

Ketua umum APPMI Poppy Dharsono bersyukur APPMI bisa mendapatkan penghargaan yang diberikan oleh lembaga internasional tersebut. “Penghargaan ini adalah sebuah kehormatan untuk APPMI yang selama ini memiliki kegiatan konkret dalam bidang fashion di tanah air,” kata Poppy.

Tentang IFW

Indonesia Fashion Week merupakan ajang fesyen terbesar di Indonesia yang bertujuan mendukung
industri fesyen di Indonesia. Ajang ini juga menjadi sarana untuk mendukung para perancang serta
pelaku industri fashion dari seluruh penjuru Nusantara hingga internasional. IFW pertama kali
diselenggarakan pada tahun 2012 dan setiap tahunnya diadakan kembali dengan tujuan untuk
memberikan arah dan gambaran pada industri fesyen di Indonesia.

Tentang APPMI

Berdiri sejak 1993, APPMI memiliki sekitar 200 anggota aktif yang terdiri dari perancang senior dan
perancang muda berbakat yang tersebar di 11 provinsi di Indonesia. Seluruh anggota APPMI
mengoperasikan butik atau gerai ritel di kota besar perwakilan. Masing-masing perancang memiliki
kekhasan dan pangsa pasar masing-masing. Mulai dari busana muslim, busana siap pakai, busana
malam dan busana pengantin. Selain itu, juga ada desainer khusus sepatu, tas, dan aksesoris.

(Sumber: Press Release Indonesia Fashion Week 2017 )

Hoong Woh Tong, kedai Jelly Herbal di Singapore

Jelly Gui Ling Gao
Jika sobat sedang traveling di Singapore, ada salah satu kedai Jelly Herbal yang cukup terkenal yaitu Hoong Woh Tong, terletak di dalam pusat perbelanjaan Parkway Parade di East Coast Singapura. Sebelum pindah ke Mall Parkway Parade kedai, Hoong Woh Tong berada di dekat Bugis Street, sampingnya kuil Kwan Im Thong. Selain di Singapore, mereka juga buka kedai di Malaysia.

Hoong Woh Tong menjual jelly herbal tradisional Cina yang disebut Gui Ling Gao, disajikan dalam mangkuk kecil dengan madu atau sirup gula...mirip cingcau. Kamu dapat memesan Gui Ling Gao panas atau dingin, dan jelly ini membantu mengurangi panas dalam dan baik untuk kulit.

Hoong Woh Tong menjual dua macam teh (Leong Cha). Yang pertama adalah teh Lima Bunga yang berkhasiat untuk sebagai penenang dan merawat kesehatan tubuh.

Kemudian yang kedua adalah teh Wong Lo Kat yang berkhasiat untuk menghilangkan panas dalam dan sebagai toksin yang dapat menghilangkan racun di dalam tubuh, istilah sononya itu untuk memerangi yeet-hay.

Hari itu cuaca Singapore cukup panas, mimin pesen Gui Ling Gao dan teh Wong Lo Kat...suegeeeeeeeeeer...oiya harganya cukup murah, dulu cuma S$ 1.50

Kedai Hoong Woh Tong yang di dekat Bugis Street

SobatJalan.Com sedang menikmati Gui Ling Gao

Berpetualang Menelusuri Goa dan Pantai di Pacitan

Jika ingin berlibur sekaligus merasakan petualangan yang seru, tidak ada salahnya memasukan Pacitan ke dalam daftar destinasi liburan Anda. Pasalnya, kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur ini menyimpan pesona alam yang luar biasa. Bukan hanya terkenal dengan wisata pantainya saja, Pacitan juga menawarkan wisata goa yang dapat Anda jadikan wisata alternative bersama keluarga.

Meskipun Pacitan menawarkan keindahan alam, bukan berarti Anda harus tidur di goa atau pun membangun tenda di tepi pantai. Bagi Anda yang mengutamakan kenyamanan, pilihan terbaiknya adalah menyewa penginapan yang ada di sekitar kota Pacitan. Salah satu penginapan di Pacitan dengan fasilitas yang cukup lengkap adalah Hotel Graha Prima Pacitan yang berjarak 5 menit dari pusat kota Pacitan. Selengkapnya dapat mengunjungi website ini.

Kembali berbicara mengenai tempat wisata yang ada di Pacitan, di kota kelahiran Presiden ke enam Republik Indonesia ini terdapat beberapa tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Goa Gong, goa terindah se-Asia Tenggara. Goa yang berjarak 37 km dari Pacitan ini memiliki keunikan yang menjadi daya tariknya. Stalaktit dan stalagmite di dalam goa ini bila dipukul dapat mengeluarkan bunyi menyerupai bunyi gong.

(Sumber: ekonomipos.com)



Goa yang berada di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Pacitan ini menawarkan perjalan menembus perut bumi kurang lebih sejauh 700 meter. Anda akan dibawa melewati sekita tujuh ruangan besar yang memiliki keunikan masing-masing. Mata Anda akan dimanjakan dengan keindahan warna yang muncul dari stalaktit dan stalagmit yang disorot dengan lampu berwarna-warni.

Jika berwisata ke Goa Gong tidak cukup menantang bagi Anda, mungkin Goa Luweng Jaran adalah jawaban yang Anda cari. Goa yang terletak di desa Jlubang, Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan ini merupakan sebuah goa vertikal. Berbeda dengan Goa Gong yang menyajikan keindahan stalaktit dan stalagmit yang dapat mengeluarkan bunyi, Goa Luweng Jaran menjanjikan petualangan yang jauh lebih menegangkan untuk Anda.

(Sumber: wisatapacitan.biz)

Pintu masuk Goa Luweng Jaran menyerupai lubang sedalam 12 meter. Anda harus menyiapkan peralatan standar penelusuran goa serta keahlian khusus untuk masuk ke dalam goa yang konon merupakan goa dengan lorong terpanjang di Indonesia. Setelah turun, Anda dapat memulai penelusuran secara horizontal. Goa Luweng Jaran memiliki lorong-lorong yang menyerupai labirin sehingga Anda perlu berhati-hati supaya tidak tersesat.

Jika tidak ingin mengambil resiko tersesat di dalam goa, mungkina langkah baiknya jika Anda memilih untuk berwisata ke pantai. Tidak diragukan lagi, Pacitan memang memiliki beberapa pantai yang menawan dengan deburan ombak khas laut Selatan. Salah satu pantai yang paling terkenal di Pacitan adalah Pantai Klayar.

(Sumber: tempo.co)

Belum lengkap rasanya berlibur ke Pacitantan tanpa mengunjungi Pantai Klayar. Saat berkunjung ke Pantai Klayar, Anda dapat menyaksikan pertunjukan alam berupa Seruling Laut. Seruling Laut sendiri sebenarnya adalah sebuah batu karang besar yang memiliki celah.Setiap ombak datang menerjang, celah karang itu akan memancarkan air dan menimbulkan suara seperti seruling.

Selain Seruling Laut, terdapat pula 2 batu karang raksasa dengan bentuk yang unik. Anda dapat mencoba berfoto dengan latar belakang laut dan batu karang raksasa atau sekadar membasahi kaki Anda dengan air laut di bibir pantai Klayar. Lokasi pantai Klayar terletak di Kecamatan Donorojo, kurang lebih berjarak 45 km dari Kota Pacitan.

Pacitan bukan hanya mengandalkan kekayaan alam sebagai obyek wisata. Pacitan juga menghadirkan wisata sejarah yang tak kalah menarik dari wisata alam. Dalam sejarah Republik Indonesia, kota Pacitan menjadi saksi bisu perjuangan para Pejuang kemerdekaan melawan penjajah. Di kota ini, tepatnya di Pakis Baru, Kecamatan Nawangan berdiri dengan megah Monumen Jendral Sudirman.

(Sumber: kotapacitan.com)

Tempat yang kini menjadi monument inilah, tempat dimana Jendral Sudirman membangun markas dan menyusun strategi gerilya. Anda juga dapat melihat diorama yang dapat menambah wawasan dan membangkitkan semangat nasionalisme di kompleks Monumen Jendral Sudirman. Bagian bawah Monumen Jendral Sudirman, terdapat anak tangga yang berjumlah 70 buah. Angka 70 diambil dari tanggal kemerdekaan Republik Indonesia (17+8+ 45 = 70).

Meskipun Kota Pacitan belum terlalu terkenal di kalangan traveler, namun Kota Pacitan menawarkan berbagai pilihan wisata. Bagaimana, Anda berminat plesiran ke Pacitan?

Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2016


Untuk pertama kalinya Muslim Fashion Festival 2016 (Muffest) digelar di Plaza Selatan, Istora Senayan, Jakarta. Event yang digelar selama 5 hari ini merangkul desainer-desainer muda baru hingga desainer luar negeri yang berasal dari Turki, Jepang, Malaysia, Singapura dan juga Brunai Darussalam.Dengan digelarnya acara ini, Indonesia diharapkan bias menjadi kiblat fashion Muslim pada tahun 2020 mendatang.

Mengusung tema #screeshotTheLook, Muslim Fashion Festival 2016 menggandeng sederet desainer tanah air seperti Ria Miranda, Jenahara ,IrnaMutiara, Restu Anggraini, Dian Pelangi, Norma Hauri dan sederet nama lainnya. Desainer-desainer baru pun bermunculan meramaikan event yang baru digelar pertama kali ini.

Di hari pertama misalnya, desainer muda Putri Hasanah ikut meramaikan pembukaan MUFFEST 2016. Desainer yang memulai debut pertamanya di Jakarta Fashion Week 2015 memamerkan koleksi busana bertemakan "Garconne". Terinspirasi dari style pria di tahun 1940, koleksi busana Putri tampil dalam balutan busana kasual namun tetap menyematkan sisi feminine dari seorang wanita musliman. "Aku memilih tema ini karena sekaran gini banyak wanita berhijab yang memiliki banyak kesibukan dan aktifitas yang padat. Mereka tentu membutuhkan busana yang lebih kasual dan juga nyaman," ucapnya.

Ada juga Poppy Theodorin. Wanita yang mendirikan label modest wear bernama PY by Poppy Theodorin di tahun 2012 ini memamerkan koleksi busana bertema "The Titisee". Koleksi Ramadhan untuk label premiumnya, Poppy Theodorin, menuai inspirasi dari suasana kota tuaTitisee, Jerman, yang begitu indah dan penuh dengan kehangatan dan cinta. Rumah tradisional khas Eropa yang berjejerindah, detail signage artistic di setiap sudut, bunga-bunga penuh warna hingga pakaian tradisional yang lengkap dengan aksesorisnya menjadi inspirasi Poppy Theodorin. Paletwarna off white, creame, gold, dan merah mendominasi pada koleksi kali ini dengan adanya sentuhan aplikasi bordir, sulam, payet dan juga batu-batuan Swarovski," terangnya.

Peragaan busana di MUFFEST 2016 (foto: Dani Daniar/SobatJalan.Com)
Desainer baru yang untuk pertama kalinya mengikuti pagelaran busana adalah Sad Indah.Mengusung tema "Be Excelency", Indah menjumput ispirasi dari kehidupan seekor lebah.Tak mengherankan koleksi busananya kental dalam balutan busana kuning dan juga hitam dengan menggunakan material satin, raw silk, organza dan juga batik."Kita juga akan memperkenalkan batik Jawa Tengah yang akan menampilkan komponen warna hitamdan kuning dengan sangat tren," katanya.

Ada juga Rosmawary Ismail yang juga baru kali pertama mengikuti ajang peragaan busana. Mengangkat tema "Sparkle of Nature", busana koleksi Ros di dominasi oleh warna hijau dan juga putih. "Untuk koleksi Sparkle of Nature ini saya menggunakan bahan tenun yang dipadukan dengan bahan-bahan polos," paparnya.

Tak hanya keempat desainer ini saja yang akan meramaikan MUFFEST 2016. Desainer busana muslim ternama seperti Ria Miranda, Jenahara ,ItangYunasz, IrnaMutiara, RestuAnggraini, Dian Pelangi, Norma Hauri juga turut memamerkan koleksi busana mereka.

Bahkan desainer luarnegeri yang berasal dari Turki, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam juga dilibatkan. Ali Charisma selaku National Chairman Indonesia Fashion Chamber memiliki harapan khusus akan event ini. Ia berharap, kedepannya Indonesia bias menjadi pusat mode busana muslim di tahun 2020. "Saya berharap event MUFFEST ini bias menjadi awal kecil dalam mewujutkan cita-cita Indonesia menjadi pusat mode busana muslim di tahun 2002 mendatang. Meski langkah kecil, tetapi ini penting sekali karena di MUFFEST dapat mengakomodir pelaku industri yang mungkin tidak bias bekerja di industry fesyen," ucap Ali Charisma.

Kuil Sri Mariamman, Singapore


Perjalanan ke Singapore kali ini ditemani teman saya yaitu Neng Amie (Sri Rahmi), untuk penginapan kami memilih lokasi di Chinatown. Kenapa di Chinatown? Chinatown merupakan salah satu destinasi turis di Singapore yang selalu ramai dan sarat akan peninggalan sejarah menawarkan hampir semua yang bisa kamu bayangkan, mulai dari kuil menawan, toko suvenir, gerai makanan tradisional sampai bar yang serba keren, mau makan dan belanja souvenir jadi gampang.

Setiap melancong ke negara lain, ada satu destinasi yang biasa dikunjungi, yaitu tempat wisata religi, di tempat wisata religi kita bisa melihat budaya lokal dalam agama mereka. Salah satu tempat wisata religi di Chinatown yang terkenal adalah Kuil Sri Mariamman.

Kuil Sri Mariamman merupakan kuil hindu tertua di Singapore, dibangun pada 1827 dan kini menjadi monumen nasional, menyuguhkan pemandangan yang indah. Kuil ini didedikasikan bagi Dewi Mariamman, yang kekuatannya dipercaya menyembuhkan berbagai penyakit.

Bangunan dan ornamen  yang berada di areal Sri Mariamman Temple sangat menarik dan penuh warna dan membuat saya tidak pernah bosan meskipun sudah pernah mengunjungi tempat tersebut. Memasuki Kuil Sri Mariamman tidak dipungut biaya alias gratis, namun ada biaya untuk kamera (lupa harganya). Hingga saat ini, tenpat ini masih aktif menjadi tempat peribadatan agama Hindu, oleh karena itu pengunjung yang datang diharapkan untuk tidak membuat kotor dan kegaduhan di areal kuil, alas kaki harus dibuka ketika kita masuk ke kuil.

Ornamen dan patung yang menghiasi bangunan kuil Sri Mariamman


Yang paling menarik dari setiap kuil hindu di Singapore adalah gerbang utamanya utamanya. Menara 6 tingkat yang berada di pintu masuk ini dipenuhi ornamen dan patung-patung dewa. Pintu masuk ini biasa disebut Gopuram dan hanya ini pintu masuk yang diperbolehkan untuk para pengunjung. Sebenarnya ada pintu lain di samping temple ini, tapi hanya dibuka pada saat acara-acara tertentu atau untuk kebutuhan umat yang beribadat saja. Menara 6 tingkat ini ternyata hasil renovasi kuil di tahun 1925, sebelumnya hanya ada 3 tingkat saja. Bagunan di bagian dalam juga dipenuhi dengan ornament dan patung-patung dewa yang warna-warni.

Pada saat kami ke sana kebetulan sedang ada kegiatan ibadah, sebelum memotret kami minta izin dulu kepada pendetanya apakah kami boleh motret masuk ke area ibadah dan kami diperbolehkan motret asal gak mengganggu kegiatan.

Selesai dari Kuil Sri Mariamman kami melanjutkan perjalanan untuk makan siang di Maxwell Food Centre.

Suasana di Chinatown

Kegiatan ibadah di kuil Sri Mariamman

Salah satu umat hindu sedang melakukan ibadah

Salah satu pendeta yang memimpin doa

Musik pengiring kegiatan ibadah

Ornamen pitu gerbang kuil Sri Mariamman

Jauh-jauh ke Singapore malah beli pisang goreng :)

"NADRAN" Pesta Laut nelayan Kali Adem, Muara Angke.



Minggu pagi, 13 Desember 2015, ada suasana lain di kawasan perkampungan nelayan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara. Perahu nelayan Kali Adem dipenuhi dengan hiasan pernak-pernik bendera, makanan dan minuman. Panggung hiburan pun sudah berdiri di tengah-tengah perkampungan. Hari itu nelayan tradisional Kali Adem sedang melaksanakan acara Nadran.

Nadran adalah upacara tradisi nelayan di pesisir utara Pulau Jawa. Penyelenggaraannya dilakukan setahun sekali, terutama menjelang saat datangnya musim yang baik bagi nelayan untuk melaut mencari ikan,” kata Haji Carman, Ketua Panitia Pesta Laut Nelayan Tradisional Kali Adem Muara Angke.

Upacara Nadran intinya adalah sedekah bumi dengan melarung kepala kerbau dan sesajian dari aneka makanan yang disiapkan warga nelayan. Adapun bentuk sesajinya antara lain mulai dari nasi merah putih, nasi kuning, tumpeng, buah-buahan, telur, ayam hidup, ayam bakar, kembang 7 rupa dan yang utama adalah 2 kepala kerbau. Semua sesaji disimpan di dalam sebuah replika perahu nelayan yang diberi nama Kapal Muara Bina Lestari.

Ritual dimulai dengan menarik replika perahu yang berisi sesaji menuju tengah laut, diiringi oleh perahu-perahu nelayan setempat. Kebetulan kami saat itu memilih ikut dengan kapal nelayan dari keluarga Pak Tawa, nelayan Kali Adem asal Indramayu.

Sampai di tengah laut, perahu sesaji yang berwarna merah putih itu dilepas. Kemudian salah satu perahu pengiring menabrak perahu sesaji tersebut. Replika perahu yang terbuat dari kayu dan gedebog pisang itu hancur dan tenggelam, para nelayan tetap antusias berebut apapun sesaji yang bisa di ambil. Mereka bahkan rela nyemplung dan berenang di laut untuk mengambil sesaji yang mengapung. Salah satu awak perahu yang kami tumpangi berhasil membawa drum, drum tersebut nanti bisa dimanfaatkan keluarga Pak Tawa untuk tempat merebus kerang hijau.

Pak Tawa menuturkan, setiap sesaji adalah berkah bagi mereka. Karenanya, para nelayan seolah ‘mati-matian’ berebut sesaji tersebut. “Konon, sesaji itu membawa berkah. Sudah dari dulu begini budayanya. Kami meyakini sesaji itu membawa berkah.” ucapnya.
‎Di balik ritual tahunan itu, dengan bersyukur kepada Tuhan mereka berharap ke depannya mereka diberikan keselamatan dan rezeki melimpah dari laut.

Selesai ritual larung sesaji, kami ikut keluarga Pak Tawa liburan ke Pulau Bidadari. Pada event Pesta Laut, warga masuk ke Pulau Bidadari tidak dipungut biaya, alias gratis. (dani daniar / sobatjalan.com)